PUISI

  • Beranda

Like This

Punya aku

  • cm's phoem (9)
  • corat-coret kehidupan (non fiksi) (4)

About Me

Foto Saya
catri maulid
simple... menulis untuk penuangan pikiran, imajinasi dan perasaan
Lihat profil lengkapku

Wilujeung Tepang...

WiLujeung TEpang "Kembang Pena"

terima kasih sudah berkunjung, nikmatilah segala sesuatu sebagai asupan mata, imajinasi dan hatimu.

add my Facebook

ma'hamii

ma'hamii
ma'hamii

pelindung

DMCA.com

ma'hamii

ma'hamii
ma'hamii
catrimaulid. Diberdayakan oleh Blogger.

ma' hijab

ma' hijab
ma' hijab

ma'hijab

ma'hijab
ma'hijab

Followers

Catri Maulid

Minggu, 15 Januari 2012
In: corat-coret kehidupan (non fiksi)

SELAMAT DATANG, SELO !!!

    Pagi ini begitu cerah sebenarnya, tidak seperti beberapa hari kemarin yang selalu mendung dan menimbulkan kedinginan yang begitu menusuk ke dalam lapisan kulit. Si aku ini termasuk cewek yang gak sahabatan sama udara dingin. Terakhir aku takluk sama yang namanya dingin itu, saat Latihan Kepemimpinan (LKM)  angkatan 2011/2012. Aku yang menjadi salah satu anggota DPM ikut andil menyaksikan LKM itu. Sayangnya, kondisi badan yang gak bersahabat dengan dingin ini membuatku merepotkan teman yang lain. Kondisi alam lembang yang memang benar-benar dingin ditambah lagi hujan yang mengguyur pada malam hari itu membuat badan si aku menggigil habis. Begitu pula, beberapa hari kemarin. Pagi-pagi saja sudah mendung, mentaripun tidak mengintip sedikitpun. Alhasil, ubin dan kasur yang aku tiduripun menjadi dingin. Jadi, otomatis aku gak betah berlama-lama dikasur. Beda dengan hari ini, setidaknya mentari mau menengok sebentar saja. Aku betah banget tuh dikasur yang empuk ditemani sebuah guling jelek punya aku he...he.... sesudah solat aku balik lagi ke kasur, eh ketika bangun ternyata jam dinding di atas lemari sudah menunjukkan pukul 8 tepat. Bangun tidur, beresin kasur, gosok gigi, makan roti isi susu coklat kental manis. Beberapa menit saja, tumpukan roti itu habis dilahap mulutku.
    Teras rumah aku nampak menjadi tempat favorit anak bermain. Berisik sekali, belum lagi ulah mereka yang senang main bola diterasku, padahal jelas sekali ada lapangan tempat bermain bola, merekapun senang memanjat pagar rumahku. Berkali-kali aku meminta mereka tidak bermain diteras rumah, berkali-kali aku kunci pintu gambar, dan berkali-kali itu pula mereka ngotot balik lagi. Aku sih biasanya santai saja, bicara pelan-pelan, meminta pelan-pelan. Coba kalau nenek aku yang menyamperi mereka pasti mereka sudah kalang kabut berlarian keluar pagar. Soalnya, nenek suka memarahi mereka.
    “huft... main lagi diteras-main lagi diteras, kalau bukan calon guru yang baik udah habis aku marahi tuh” gerutu aku dengan emosi sesaat sambil berjalan ke arah teras rumah
    “hey, Pais mainnya di lapang aja ya? Ajak temen-temennya ya, Is?” perintahku pada seorang anak sembari tebar senyuman
    “eoong.....eonnnnng....eong...” seekor anak kucing menghampiriku
    “Hey, lucu banget kamu meng (panggilan untuk seekor kucing), aduh ko kotor banget sih pasti dijaili anak-anak. Jahaaaaat banget !” ibaku pada kucing kecil berwarna oranye itu
Ya, begitulah biasa anak-anak kecil disini terkadang jail pada binatang. Dulu aja kucing aku Momo, bulunya digunting ampe keliatan kulit merahnya.
    “kucing siapa Ki?” tanya babeh aku (Kiki = panggilan kecil aku)
    “gak tahu, kayanya diambil anak kecil, jadi pisah sama orangtuanya, terus dijaili beh”
    “lucu tuh Ki kucingnya, bulunya tebel, ekornya sedikit” sambil berjalan keluar pagar
    “aku cuci ah kakinya” kata aku dalam hati
    “Mandikan aja Ki pake shampi biar wangi” teriak babeh dari luar pagar
Akhirnya, aku memutuskan untuk memandikan kucing kecil itu. Aku bersama adik perempuanku dengan hati-hati memandikan kucing kecil itu dengan air hangat. Kucing kecil itu pun nampak tak keberatan. Kucing kecil itu nampak senang, apa yang kami lakukan padanya sepertinya ia menerima saja. Sesudah itu, aku langsung mengeringkan badannya dengan sebuah lap dari handuk. Kucing itu masih diam saja tidak berontak. Aku menemaninya berjemur dibawah sinar matahari. Lucu sekali tingkah kucing kecil itu seertinya, aku jatuh hati padanya.
    Aku membelikannya sebuah susu kental manis, habis diwarung gak ada susu sapi yang tawar. Jadi, sementara aku beri dulu saja yang ada. Kebetulan ada dot hamster yang nganggur. Sayangnya, kucing itu kurang menyukai air susu itu. Kucing itu nampak masih memerlukan ASI dari ibunya. Kalau aku tahu keberadaan induknya pasti udah aku cari.
    “meng, maunya apa donk? Nanti kamu kelaparan”
Kucing kecil itu nampak senang berada dekat manusia. Buktinya, kemana aku berjalan pasti saja kucing kecil itu mengikuti. Tidurnya selalu pengen dikeloni. Kalau dia bangun gak ada manusia yang menemani disekitarnya, pasti dia mencari-cari sambil mengeluarkan suara khasnya. Beruntungnya ia mau memakan nasi dicampur ikan bandeng, walaupun hanya sedikit yang dimakan. Setidaknya, ada makanan yang tertelan dan masuk ke dalam perutnya.
    “dek, jangan panggil meng. Panggil ajah Selo, biar kebiasaan kalau dipanggil Selo dia nantinya bakalan nengok” kataku pada adik aku
    “kok Selo sih?” tanya heran adik aku
    “Selo, lengkapnya Selokan. Soalnya, kan ditemukannya lagi keadaan kotor kena air selokan. Haha...”
    “si teteh mah aya-aya wae (ada-ada saja)”
    Akhirnya, hari ini tanggal 15 Januari, kucing kecil itu resmi jadi anggota baru keluarga kami. Tingkahnya, lucu sekali. Selo tidak mau tidur dibantal kucing kalau tidak ada yang menemani. Selo gampang terkejut bila ada suara kencang. Selo sepertinya senang ketika aku kelitiki tubuhnya. Saat ini saja Selo sedang tidur dipangkuan adik aku Rizka. Tadi, aku yang menemaninya. Begitu Selo tidur aku mengerjakan aktivitas lain. Saat dia bangun tak ada siapa-siapa disekitarnya. Langsung saja, dia mencari-cari orang yang ada dirumah sambil bersuara “eong....eonnng”. suaranya begitu kuat. Kasian, Selo tak mau minum susu yang aku beli. Mudah-mudahan besok aku bisa menemukan induknya dan Selo bisa kenyang lagi. Aku sayang kamu Selo. Selamat datang Selo di keluarga kami .

Kata mutiaraku :
Apapun itu, hewan, tumbuhan, maupun benda mati, jagalah dan sayangi mereka dengan baik dan sentuhan kasih sayang. Sesungguhnya, ada kebahagiaan dari mereka untuk dirimu bahkan, bisa jadi mereka lah pengobat otak penatmu 


Diposting oleh catri maulid di 06.02
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama
Langganan: Posting Komentar (Atom)
@ 2011 kembang pena; Many thanks to: Blogger Templates / blog Design Company / SEO / free template Blog