Senin, 20 Februari 2012
PPL....MENGGILA !!!
PPL....MENGGILA !!!
Astaghfirulloh, PPL malah gempor. Harusnya aku kuat tapi malah sakit begini, akhirnya dokter menyuruhku istirahat 2 hari sampai selasa tanggal 21 February 2012. Ya, Alloh kuatkan aku. Huft, sebenernya males banget liat RPP. Tiap hari RPP. Tiap hari dijajah RPP. Terjaga sampai larut malam, belum masalah kelompok, masalah sekolah lain, sampai saat ini pun...saat istirahat aku masih harus mengerjakan RPP, ampun semua ini membuat aku terjatuh sakit. KECAPEAN gitu tuh kata dokter. Ayo, aku pasti bisa taklukkan semua halangan, beban di semester akhir ini. Aku pasti bisa. Aku tau kenapa Alloh kasih aku sakit, Alloh sayang sama aku, sebelum aku ngedrop di akhir, Alloh kasih aku drop sekarang, biar aku istirahat lebih awal.
Astaghfirulloh, PPL malah gempor. Harusnya aku kuat tapi malah sakit begini, akhirnya dokter menyuruhku istirahat 2 hari sampai selasa tanggal 21 February 2012. Ya, Alloh kuatkan aku. Huft, sebenernya males banget liat RPP. Tiap hari RPP. Tiap hari dijajah RPP. Terjaga sampai larut malam, belum masalah kelompok, masalah sekolah lain, sampai saat ini pun...saat istirahat aku masih harus mengerjakan RPP, ampun semua ini membuat aku terjatuh sakit. KECAPEAN gitu tuh kata dokter. Ayo, aku pasti bisa taklukkan semua halangan, beban di semester akhir ini. Aku pasti bisa. Aku tau kenapa Alloh kasih aku sakit, Alloh sayang sama aku, sebelum aku ngedrop di akhir, Alloh kasih aku drop sekarang, biar aku istirahat lebih awal.
![]() |
| Add caption |
Praktek ini juga sangat buat aku bahagia. Alhamdulillah, aku disayangi murid-murid SD 6 Cikidang. Tiap hari satu orang murid bisa menyalami tanganku hingga berapa kali. Hal yang paling membuat aku senang, saat mereka menganggap diri ini teman, mereka gak sungkan mengajak aku bermain dan aku pun bisa masuk ke dalam dunia mereka. Oh, celotehan mereka itu sungguh buat aku tertawa terbahak-bahak tanpa beban. RPP yang sering membuatku kesal sering kulupakan karena respon baik mereka padaku. Tian, Kukuh, Arif, Novita, mereka ini anak kelas dua yang aku paling sayangi. Mereka begitu polos dan memiliki keunikan sendiri. Hani, Risma, Cindy, Aria, Udan, dan lain-lainnya anak-anak kelas tiga yang kadang buat aku emosi , tapi seketika membuatku tertawa riang lagi. Tadi siang pun mereka meneleponku lewat telepon teh Novi kawan baikku. Mereka menginginkanku cepat kembali ke SD. Mereka sayang aku.. bahagianya aku punya anak banyak. Mereka mendoakanku cepat sembuh. Ya Alloh aku baru tau begitu dahsyatnya kebahagiaan menjadi seorang guru. Mungkin ini pula yang membuat panasku akhirnya mereda. Doa dari anak-anak yang masih suci pikiran dan hatinya. Aku rindu mereka...., ada juga anak kelas 1 si Adri, anak kelas 4 si dikdik, kiki, bagas, erwin. Ada juga anak kelas 5 si Widy, si Agung.. waaaaaaahhhhh masih banyak nama-nama lain yang aku lupa saking banyaknya mereka.
Pernah sekali aku dan Novi masuk ke kelas 6. Suasananya beda, perempuan yang sudah bongsor-bongsor (katanya di kampung ini, anak kelas 6 itu sudah siap nikah). Wah, asalnya aku dan Novi gak nyaman masuk kelas ini. Belom lagi kita belom memiliki konsep mau mengajar apa. Tapi akhirnya kami bisa berbaur juga. Ada seorang anak bernama Syahrul yang pemberani. Dia berani ke depan walaupun salah, dia juga humoris. Dia bisa membuat aku tertawa padahal aku sedang sakit. Limpahan surat aku terima dai anak kelas 4 dan 6. Banyak dan banyak surat ungkapan senang mereka padaku. Aku gak tau apakah aku bisa menerima murid lain nantinya setelah aku PPL? Pokoknya saat perpisahan nanti aku dan kelompok harus membuat sebuah kenangan yang melekat di diri mereka. Mungkin sebuah pentas seni kecil. Apapun akan aku lakukan untuk melihat tawa mereka. Karena dari tawa itulah senyuman batinku melanglang buana. I love u all... kalian adalah tawa ibu...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar