PUISI

  • Beranda

Like This

Punya aku

  • cm's phoem (9)
  • corat-coret kehidupan (non fiksi) (4)

About Me

Foto Saya
catri maulid
simple... menulis untuk penuangan pikiran, imajinasi dan perasaan
Lihat profil lengkapku

Wilujeung Tepang...

WiLujeung TEpang "Kembang Pena"

terima kasih sudah berkunjung, nikmatilah segala sesuatu sebagai asupan mata, imajinasi dan hatimu.

add my Facebook

ma'hamii

ma'hamii
ma'hamii

pelindung

DMCA.com

ma'hamii

ma'hamii
ma'hamii
catrimaulid. Diberdayakan oleh Blogger.

ma' hijab

ma' hijab
ma' hijab

ma'hijab

ma'hijab
ma'hijab

Followers

Catri Maulid

Rabu, 26 Juni 2013
In: cm's phoem

Lubang Kabut RIAU

hah? kejutankah? atau pembiasaan?
apa? perlu atas nama Indonesia meminta maaf?
hey...Riau bagaimana kabarmu hari ini? apakah kabut asap masih menyeruak di pernapasan Riau? tenang-tenang... katanya tak usahlah berbicara, Riau cukup diam dan arahkan mata ke atas langit. 2 ton garam sedang dihambur-hamburkan, hujan turun...ya hujan buatan turun! lari-lari ke arah lapang, buka baju menari-nari, bernyanyi, kita berbahagia. bagaimana rasanya??? "asin". cucuran apa ini?berkah atau air keringat para kelas atas, kelas atas yang membakar Riau. kelas atas yang mengunci Riau, mengubah Riau menjadi letusan asap. Rupanya gunung berapi meletus.ya, benar gunung berapi dari sekian gunung yang negeri seberang kuasai. Riau yang tersedak. Riau yang menderita. Riau yang jadi korban. apakah Riau pula yang harus meminta maaf?
hey.. sabarlah! bukan Riau yang harus meminta maaf tetapi seluruh Indonesia. baik, lakukanlah! meminta maaf bukan karena kabut yang sampai ke tangan yang tertawa atas ini semua, tapi meminta maaf atas ketidaktegasan pada yang terbahak.
uhuk-uhuk... berlubang-lubang pernapasan Riau kini berlubang. lubang hitam yang menelan kesehatan Riau.
hey para petinggi relakah kalian sibuk untuk Riau kesulitan mencari oksigen?
relakah kalian menyewa peri oksigen?
hahahaha sungguh rela! bicara apa kamu ini? bagaimana mungkin kami tak rela! (apakah sikap kami sudah baik depan media?) ok matikan sekarang!
kau gila?? halo hari gini masih percaya peri?

seperti inikah para petinggi? dibuai kemunafikan.

masih hey masih.  pohon yang menjuntai kokoh dan tinggi, akar yang menjalar, daun yang rindang, merekalah sekelompok peri!

tunggu jangan pergi... mohon Riau mohon.. ulurkanlah tanganmu pak! Riau kesulitan bernapas. bawalah Riau ke istanamu. istana yang sejuk yang menyimpan banyak tabung oksigen.
sudahlah.. Istana tak mungkin menampung sebanyak ini! lihat sudah banyak sukarelawan disini. bergantunglah pada mereka.
kamu tahu Riau? kami banyak pekerjaan, kami harus ke negeri seberang untuk perdamaian para petinggi. ini bawalah beberapa bungkus rokok untuk kau hisap! semoga bisa membantu menutup lubang hitam yang kamu miliki!

jaga dirimu baik baik pak, Riau selalu berdoa untuk kebaikan Indonesia. semoga ketidaktegasan, rasa malu dapat menjunjung tinggi perdamaian. jangan sampai Riau yang dikorbankan akan terus dikorbankan dan tinggal kabar!
ambilah kembali beberapa bungkus rokok ini. hisaplah! dan bapak akan tahu!



Diposting oleh catri maulid di 03.24
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lama
Langganan: Posting Komentar (Atom)
@ 2011 kembang pena; Many thanks to: Blogger Templates / blog Design Company / SEO / free template Blog